Kirani tidak bisa membicarakan tentang Fadhil kepada Marni pada keesokan paginya. Selain dirinya harus berangkat kerja pagi-pagi, Marni juga sudah aktif mengajar lagi. Kirani memutuskan untuk berbicara dari hati ke hati pada malam harinya, saat dirinya dan Marni sama-sama sedang senggang. Usai mandi pagi, Kirani mendapati di ponselnya terdapat banyak panggilan tak terjawab. Kirani langsung mengecek nama pemanggil tersebut. Ternyata Arun yang menelepon. Selain menelepon, rupanya Arun juga telah mengirimi lima pesan kepada Kirani. “Wah, bom perhatian,” batin Kirani. Alih-alih merasa senang diperhatikan, Kirani justru merasa terintimidasi. Kirani membaca satu demi satu pesan yang Arun berikan. Hampir semuanya pesan yang tak penting menurut Kirani. Namun Kirani sadar, pesan-pesan tersebut m

