"Where am I?" Ally bangkit dari tempat tidurya. Duduk bersila, sambil mengamati sekeliling. Sepanjang ruangan ini, tidak ada yang spesial. Harapan untuk menemukan sebuah petunjuk pupus sudah, saat Ally hanya menemukan bentangan dinding berwarna cream, satu buah salib tergantumg di atas cermin rias, dan sebuah tempat tidur bergaya kenopi. Anehnya, Ally tidak diikat sedikit pun. Berbeda jauh dengan pemikirannya, di mana ia akan di tempatkan di ruang bawah tanah, dalam keadaan terikat, dan mulut tersumpal. Di kamar ini, dia bisa melangkah ke mendekati dinding, meraba permukaannya hingga langkah gadis itu terhenti di depan cermin. "Apa yang terjadi padaku? Tempat apa ini? Apa ini ...." Ally menggantung pertanyaan tak terjawab tersebut. "What the hell," bisik Ally dengan mengaja satu per sa

