Dia bisa saja bersikap baik dan hangat seperti sebelumnya. Dia juga bisa menjadi amat dingin dan kejam seperti yang sebelumnya. Namun, dia tidak pernah mampu menjauh dari kegelapan. Terutama saat mimpi buruk itu terus-menerus mengganggu ketenangannya. "Don't you ever dare to leave me, Ally." Harry mengepalkan salah satu tangannya, saat tangan lain menempelkan segelas anggur di bibir. "Mengertilah di mana tempatmu, maka akan kuberikan segalanya," ujar pria itu lagi, sembari terus menatap layar laptop yang memperlihatkan seluruh aktivitas Ally. Gadis itu memang telah kembali ke ruangannya. Greg mengunci pintunya dari luar, memastikan agar Ally tidak kembali kabur. Hal tersebut membuat Ally ketakutan, cemas, dan marah. Harry mampu melihat semua itu, membaca bahasa tubuh Ally adalah hal mu

