Bab. 12 - Kecupan

1317 Kata

Cinta kadang dimulai tanpa disengaja Bersemai indah di dalam dada Hingga tak sadar semakin tumbuh tanpa terduga.. *** Segera Abrar mencuci tangannya hingga tampak bersih. Kemudian berlari mengejar langkah cepat Disya yang kesel. Ia meraih pergelangan tangan gadis itu. Namun Disya buru-buru menampik dan berusaha melepaskan pegangan tersebut. Abrat tak menyerah. Ia Menghadang jalan sang gadis dan menghentikan langkahnya sambil tersenyum sumringah. "Gue anterin lo pulang ya? Nggak baik anak perawan malam-malam pulang sendirian. Ntar digondol kolong wewe baru tahu rasa lo," ujar Abrar menakut-nakuti Disya. Ia tahu betul seberapa parno pujaan hatinya terhadap segala jenis spesies makhluk halus, terutama yang berbau menyeramkan seperti yang disebutkan Abrar barusan. "Nggak mau! Gue bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN