Kadang kita lupa akan beberapa hal berarti Di antaranya.. Sadar bahwa menunggu dan ditunggu bukan hal yang bisa dinegosiasikan... Kapan ada batas awal dan akhirnya.. Atau, bisa kah hal tersebut diperpanjang masanya.. *** Seminggu berlalu dengan cepatnya. Hanya Abrar yang dilanda dilema tanpa kepastian jelas. Disya masih bersikap seperti sebelumnya, ragu-ragu. Ia bahkan ingat betul apa kata gadis itu tiga hari lalu, saat Abrar mengajak Disya untuk membahas hubungan mereka agar lebih serius dijalani. "Kalau lo mau minta kita nikah secepatnya. Sorry, gue belum siap lahir batin. Jujur, gue mulai nyaman sama lo. Tapi hati gue masih kayak ada yang ngeganjel." Pria itu mengacak rambut frustrasi. Ia baru selesai mandi dan memakai kaus oblong warna hijau army, serta celana pendek hitam se

