Pagi hari, di Vila yang Lucas sewa. Sinar matahari pagi menelusup lembut dari celah tirai tipis yang bergoyang pelan diterpa angin. Udara hangat Bali menyelinap ke dalam kamar yang masih setengah gelap, menciptakan bayangan lembut di dinding dan lantai kamar yang dilapisi kayu. Fay membuka mata perlahan, tidak langsung bangkit. Hanya menatap langit-langit kamar yang asing, membiarkan detak jantungnya yang sempat tak terkendali semalam kembali ke ritme normal. Selimut katun lembut berwarna putih bersih membalut tubuhnya hingga ke d**a. Hangat, nyaman ... dan—terlalu sunyi. Ia menoleh ke samping. Lucas tidak ada di sana. Hanya bantal yang sedikit cekung di sisi tempat tidur—bekas kepala seseorang yang telah beranjak lebih dulu darinya. Ada sisa aroma khas parfum pria itu di udara, yan

