Alana menatap sebuah pintu apartemen berwarna putih di depannya, sejak sepuluh menit yang lalu ia hanya menatap pintu dengan tatapan kosong. Tangannya terangkat berniat menekan bel tapi kembali turun karena tidak yakin, bingung harus melakukan apa. Dengan sekali tarikan nafas Alana menekan tombol di samping pintu, tanpa menunggu lama pintu itu langsung terbuka menampakan seorang wanita dengan rambut yang di ikat asal dan baju erwarna biru yang tampak indah dengan tumpahan saos. "ALANA!" Alana menutup kupingnya kaget, ingin sekali ia menjahit mulut Janet saat ini juga. Tapi saat ini entah kenapa Alana begitu merindukan wanita ini hingga senyum di bibirnya tidak bisa hilang. "Janeett!" rengek Alana seolah anak ayam yang baru bertemu induknya setelah berbulan bulan tidak bertemu. "Kamu i

