Satu tahun kemudian. Suasana ruangan bercat putih itu tampak sangat indah dengan beberapa bungan yang di tata rapih membentuk sebuah pola di dinding dan meja. Seorang pria lengkap dengan setelan jas-nya tampak tersenyum kecil menatap sebuah bingkai foto yang menampakan sosok wanita cantik yang tengah tersenyum manis, Liam mengusap lembut wanita di foto itu seolah saat ini ia sedang berhadapan secara langsung dengan wanita pemilik iris mata biru laut itu. Tok..tok..tok.. Bunyi ketukan pintu tidak membuat Liam berpaling, ia masih menatap foto itu tanpa bosan. Menatap wajah Alana selalu menjadi hal favorit yang Liam lakukan saat ia lelah, hal itu selalu berhasil membuat pikirannya jauh lebih tenang. "Liam semua sudah siap, kita semua menunggu mu di bawah." Ucap seorang wanita yang saat

