Chapter 56: Regret

1322 Kata

Aku bisa menunggu mu selama yang kau inginkan, tapi tidak jika harus kehilangan diri mu. -------- Liam menatap kosong kearah langit yang sudah mulai berubah warna menjadi kelabu, awan yang menutupi langit seolah menggambarkan keadaannya saat ini. Untuk pertama kalinya ia merasa sangat kosong, tidak ada yang bisa ia lakukan selain diam, menunggu keajaiban tuhan pada hidupnya. Rintik hujan yang mulai turun membasahi tubuhnya sama sekali tidak membuatnya terganggu, bahkan saat suara guntur yang memilukan telinga membuat beberapa orang segera berlarian, Liam sama sekali tidak beranjak dari tempatnya. Rasa sesak di dadanya seolah membunuhnya secara perlahan, bahkan ia saat ini tidak bisa merasakan sakit pada tangannya yang sudah penuh dengan luka memar. Entah sudah berapa lama ia di sana,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN