Chapter 20: Wounds and Memories

889 Kata

"Aw!" Morgan menatap tajam Alana yang kini menekan luka di kepalanya dengan kapas yang sudah di berikan obat merah. "Tahan sebentar," ucap Alana mulai membersihkan luka Morgan yang mulai mengering. Melihat nya saja sudah membuat tubuhnya merinding. Jika saja Alana tidak ceroboh saat mengemudi ia pasti tidak perlu berakhir di sini bersama pria dingin ini. Alana meringis kecil melihat luka Morgan yang cukup dalam, tapi untungnya ini bukan termasuk luka yang parah hingga bisa menyebabkan gegar otak. "Seperti nya kepala mu bocor," ucap Alana santai menatap Morgan yang sudah membulatkan matanya kesal. "Tutup mulut mu," balas Morgan dingin. "Aku kan hanya bicara jujur," Alana mengangkat bahunya acuh, ia menempelkan perban kecil di kepala Morgan lalu menghela nafas lega. "Minuman anda non

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN