"Liam?" Alana mengerutkan dahi nya bingung saat mendapati sosok pria bertubuh tegap dengan tatapan mata setajam elang yang kini menatap nya. Liam berjalan mendekati Alana dan menarik tangan Alana agar berdiri di sampingnya. "Dari mana saja kau," Ucap Liam yang lebih terdengar seperti sebuah tuntutan. "Aku?" Alana menunjuk dirinya sendiri dengan dahi berkerut tak bingung, memangnya sejak tadi ia kemana? "Sejak tadi aku di sini," jawab Alana dengan polosnya. "Maksud ku sejak tadi kau kemana? Kenapa telfon mu tidak bisa di hubungi? Dan sedang apa kau disini? Mau kemana kau malam-malam begini berada jauh dari jalur kota," Tanya Liam, Alana menatap aneh Liam. Pakaian pria itu tampak berantakan dengan dua kancing kemeja yang terlepas. "Memangnya kenapa jika telpon ku tidak bisa di hubungi?

