Sudah hampir setengah jam Liam terdiam menatap wanita di hadapannya dengan perasaan yang lebih tenang, ia merasa semua beban yang pendam hilang begitu saja. Liam tidak tahu apa yang ada di pikiran Alana saat ini saat ia menceritakan semuanya kepadanya, wanita itu hanya terdiam menatap cangkir kopi-nya yang belum tersentuh sama sekali tanpa berniat membuka suara. "Aku tidak tahu harus mengatakan apa." Ucap Alana, memecahkan keheningan diantara mereka berdua. Manik mata itu menatapnya dengan tatapan sendu. "Maaf membuat mu mengungkit ini." Alana memalingkan wajahnya saat merasa tatapan Liam yang terasa begitu dalam di matanya. "Jangan meminta maaf," ucap Liam lembut. "Itu semua harus aku lakukan, karena cepat atau lambat aku juga akan memberi tahu ini semua kepada kekasih ku, bukan?" Li

