Tringg. Suara lonceng cafe yang berbunyi menandakan bahwa seseorang telah datang atau pergi membuat beberapa orang mulai melirik pada pintu cafe, hanya untuk sekedar memuaskan rasa penasaran mereka lalu kembali dengan aktivitas mereka masing-masing. Suasana cafe yang masih tampak sepi membuat kedua insan yang tengah tenggelam dalam keheningan itu semakin menunduk kan wajahnya berkelut dengan pikiran mereka masing-masing. Alana menghela nafas panjang menatap Liam yang kini juga balas menatap nya. Saat ini Alana dan Liam sedang berada di sebuah cafe kecil di pinggir kota, bukan termasuk cafe yang mewah yang selalu di gunakan anak muda untuk berbincang-bincang. Hanya cafe sederhana yang menjual beberapa macam kue kering dan minuman, Alana memang tidak berniat mencari tempat yang nyaman unt

