eps 15

529 Kata
hari - hari berat sudah menjauh semakin hari kanya sudah bisa menjadi dirinya yang dulu lagi. kini ia sudah mau melayani nathan layaknya isteri yang berbakti, dia mulai membuka hatinya dan memaafkan suaminya itu. tak ada lagi saling mendiamkan. sore itu nathan mengajaknya berbelanja, dia sangat senang bersama anak - anaknya mereka menyempatkan pergi ke taman. di sana mereka ber main setelah sebelumnya dari mall. "hallo bang" .. . .. . . "oh baik, nanti kami mampir ke situ" .. . .. . . kemudian nathan memutuskan sambungan telponnya. "siapa bang? "kanya menanyakan siapa orang yang menelpon nathan. " bang andi" oh, ternyata itu adalah abang suaminya nathan. "oh, dia bilang apa? " "kita di minta ke rumahnya , katanya ada yang ingin di bicarakan " "aku juga, ada apa ya? "secara kanya memang hanya orang luar yang menjadi isterinya nathan, sedangkan nathan dan andi saudara kandung. mungkin mereka mau mendiskusikan masalah keluarga mereka, jadi kanya merasa nggak perlu ikut. " aku nggak usah ikut lah ya? " "loh kan kamu juga diminta ada di sana" "biasanya kan aku nggak pernah di panggil, ini memangnya mau ngomongin apa sih " "kita akan tahu kalau sudah ke sana " "jangan - jangan abangmu itu mau nikah lagi bang " "hus ngaco, isterinya cantik gitu masak mau di ganti lagi " lalu nathan pergi menemui anak - anak mengajak mereka pulang karena hari mulai sore. setibanya mereka di rumah barang belanjaan di buka, ada mainannya Khan dan juga syah. keduanya sangat senang karena dapat membeli mainan baru lagi. sementara kanya duduk tak jauh dari sana tampak masih memikirkan obrolan suaminya adi, dia begitu penasaran pasalnya baru kali ini dia di ikut sertakan. dia seolah bertanya dalam hati dengan raut yang bingung . "ada apa" nathan datang mendekat lalu duduk disampingnya, sambil membelai rambut panjangnya. "nggak ada " "mikirin yang tadi ya? " terka nathan dan kanya mengangguk pelan. "sudah nanti kamu juga tahu kalau kita sudah di sana ya' kanya pun hanya menganggu. sebenarnya dia tidak suka bertemu dengan bang andi, bukan apa - apa tapi sosok abangnya nathan itu berbeda, kalau di perhatikan dia itu sepertinya sangar dan juga kelihatan genit. dan kanya kurang menyukainya. tibalah hari dimana pasangan suami isteri ini pergi ke rumah andi, dari berangkat hingga kini mereka masih di perjalanan karena rumah andi lumayan lumayan jauh. kanya masih nampak was - was, dan suaminya yang mengetahui apa yang di pikirkan oleh isterinya itu sesekali memegang tangannya, dan tak lama kemudian merekapun telah sampai di rumah andi, di halaman depan yang begitu luas terdapat banyak tanaman. tak jauh dari tempat nathan memarkir motornya, berdiri seorang wanita. mungkin itu isterinya andi pikir kanya. lalu mereka berdua menuju kedalam setelah sebelumnya disambut oleh wanita tadi dan di persilahkan masuk. "wah kalian sudah datang, ayo mari silahkan duduk" "Terima kasih" isteri andi lalu pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk mereka. "oh ya kanya apa kabar, kamu tak membawa anak - anakmu? " tanyanya kepada kanya "nggak mereka lebih suka main sama teman - temannya daripada ikut kami, mereka bilang nanti bosan" "hhhhhh anak- anak dari dulu memang tak ada yang mau ikut orang tuanya kalau sudah tau main" lalu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN