Pemenang

1008 Kata
Ac berada diruangan semakin dingin manakala banyak peserta Kontes kecantikan gugur akibat tidak menjawab dengan Baik Pertanyaan Itomi, dia Sangat mendominasi. Sonoko yang mendapatkan pertanyaan terakhir dari Itomi hampir sajah Didikualifikasi tidak bisa menjelaskan mengenai Tema Gaunnya sendiri. Disisi Lain Hana Yunanda merasa tersaingi sedang menyusun rencana pada putaran kedua. Selain Karena Sonoko Cantik dia mempunyai wawasan yang cukup luas mengenai berbagai masalah sosial dan budaya. Pengumuman Putaran Ke dua Dibawakan Oleh Anako-chan selaku peyelenggara Fashion AnZentertaiment. "Selamat Malam semuanya,terimaksih para model yang telah mengikuti ajang kegiatan Fashion ini, saya merupakan penyelenggara sangat antusias sekali dengan Hasil Yang kami dapatkan dari para peserta walau jujur kita harus melilih 1 diantara 100 peserta disini,"kata Anako-Chan lagi kepada para peserta dan audince yang memenuhi ruangan gedung tersebut. "Untuk Hasilnya Disini Paling banyak memperoleh suara terbanyak dan Menjadi pemrnang Harapan masih di pimpin Oleh Nanoko,urutan kedua ada Bintang Kejora, Ketiga ada Lala Karmela,keempat Hana Yunanda dan Kelima Adalah Sonoko Tatuke.Selamat pada Juara bertahan kita kami sangat suka dengan Semangat kalian, Tentunya kami berharap bahwa diantara kalian adalah pemenang yang akan kami bantu Menjadi Brand Ambasaddor dari Fashion Kami. Riuh suara Penonton di dalam ruangan semakin bertambah ketika Chelsea Island memberikan kata sambutan kepada para hadirin dan mengucapakan terimaksih kepada para Model tersebut. Babak putaran Kedua Rencananya akan diaadakan Besok Hari di Hari selasa pagi dikarenakan para kontestan sudah merasa kelelahan dengan berbagai pertanyaan juri. Sonokopun segera mengemasi barangnya yang berada dibalik panggung tersebut. sialnya dia bertemu dengan Nanoko dan Hana Yunanda mereka saling bertatap mata biar bagaimanapun mereka bersaing memperebutkan siapa yang lebih baik. Mereka berdua menghalingi jalan Sonoko merasa tidak terima karena Sonoko masuk 5 Besar sebagai pemenang juara harapan. "Hey,Lu sok cantik sekali kamu diatas panggung tadi,"kata Hana Sambil memainkan rambutnya. "Lu ngak tahu siapa gw,"kata Nanoko dengan menyipitkan matanya. "Dikh, Memang kalian siapa?" kata Sonoko dengan wajah bingung. "Lu model baru ajah dah songong nyebelin banget yah nada bicara lu pendek,"kata Hana lagi dengan nada agak jengkel. "Maaf, kakak-kakak tapi saya ngak kenal kalian, jadi tolonh berikan saya jalan saya mau pulang kerumah."kata Sonoko lagi dengan wajah agak kesal efek kelelahan. "Bocah gedeng, an****g lu ngak usah banyak lagak pake acara saya-sayaan lagi,emang gw temen lu,bambang."kata Nanoko. "Hey,lu dengerin gw yah, ngak usah mimpi anak bawang macem lu yang songong bisa jadi model macem kek kita deh,"kata Hana kembali dengan wajah serius. " Dikh, masalah buat gw apa, gw juga mau nyari pengalaman, kalian ganggu banget jalan gw."kata Sonoko dengan tegas. "lu tuh anak kemarin sore ajah belagu tadi saya sekarang gw2an,"Kata Hana dengan nada marah. "Lah, katanya saya itu kampungan dibilang lu dan gw malah bingung, situ sehat?"kata Sonoko memajukan bibirnya. "Situ kali yang ngak sehat kita cuman mau tegesin ke lu yah, gw dan Nanoko ngak suka sama gaya lu."kata Hana lagi dengan kesal. " Gw ngak suka juga sama kalian ngak kenal ajah digiinin saingan yang sehat bu,"kata Sonoko lagi dengan berani. "Emang bapak gw nikah ma ibu lu,kampret lu."kata Nanoko dengan menyindir. "Kalian memang sekumpulan orang aneh,minggir gw mau lewat."kata Sonoko mulai mendorong paksa. Anako dan Itomi yang awalnya tidak menghiraukan mereka karena memang sedang berdiskusi acara besok pagi malah menjadi tertarik dengan pertengkaran mereka. Itomipun menegur model-model itu dengan kalimat yang sungguh diluar dugaan. "Kalian berdua,sungguh bisa didiskualifikasi kalau kalian bermain curang seperti ini,"kata Itomi dengan nada tegas. "Betul, kalian seharusnya sebagai senior lebih menjaga martabat kalian karena sudah go internasional,"kata Anako dengan nada agak sebal. "Aish, baiklah kami tidak akan merundungnya kembalu,"kata Hana dan Nanoko sambil berlalu dengan cepat karena takut didiskualifikasi. Setelah keduanya pergi Itomi dan Anako bergantian menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Sonoko. Sonoko sangat berterimakasih kepeda mereka berdua karena telah menolong Sonoko. "Kamu tidak apa-apa?"kata Anako drngan khawatir. "Aku baik-baik sajah,kok."kata sonoko dengan cepat. "Sebaiknya kamu cepat pulang ini sudah malam tidak baik seorang wanita berkeliaran samapai malam Jakarta berbeda dengan Kota lain,"kata Itomi dengan cepat. Sonoko turun dengan lift dengan segera takut ditinggal bibi Ana karena bibi Ana sudah.menunggunya daritadi. "Sonoko,kau baik-baik sajah,bibi melihat kamu berlari tadi,"kata Bibi Ana Cemas. "Tidak aoa-apa,bi. bagaimana hari bibi?"kata Sonoko mengalihkan omongannya. "Tenu luar biasa sibuk namanya Pekerja kantor seperti bibimu ini,"kata Bibi Ana dengan cepat melajukan mobilnya. Sesampainya dirumah Sonoko dan bibinya langsung bergegas mandi dan makan karena mereka sana-sama kelelahan dengan aktivitasnya.Di sisi lain Itomi dan Anako juga sudah sampai dirumah dan mereka berdua sedang asyik menonton film kartun kesukaan Anako. "Anako-chan, bagaimana kabar Otosan?"kata Itomi dengan cemas. "Otosan baik-baik sajah."Kata Anako kembali dengan mengunyah popcornnya yang tadi dibuat oleh Itomi "Syukurlah kalau begitu akhir-akhir ini Aku sibuk sekali,"kata Itomi pada Anako-chan "Kau memang seperti itu, apa baiknya kau mempunyai kekasih sudah lewat 1 tahun sejak kejadian itu,Oniichan,"kata Anako dengan muka berubah muram. "Akan kucoba tapi geng kami harus bertahan uang telah diterima tidak bisa dikembalikan begitu sajah Anako-chan," kata Itomi memperingkatkan Anako akan gengnya. "Baiklah,aku tidak memaksa kamu kembali,Oniichan"kata Anako menegaskan. Itomi dan Anako masuk kekamar mereka masing-masing. Dirumah Nenek,Sonoko dan Bibi Ana asyik melanjutkan perbincangan mereka. "Bagaimana harimu,bi?"kata Sonoko kepada bibinya. "Hariku sangat buruk kau tahu mantan pacar bibi tiba-tiba datang menemui bibi dikantor dan mau menapar pipi bibimu.ini!"kata Bibi Ana dengan amarah. "Gila, Orang itu lagi Om Gunawan sedeng itu?bukankah dia sudah menikah dengan sahabat bibi untuk apa dia datang ke kantor bibi lagi?"kata Sonoko drngan penasaran. "Bibi tidak tahu, dia datang tapi memilih mengajak bibi beradu argumen, dan kebetulan ada bos bibi disana Pak Alvian membantu bibi mengusirnya."kata bibi ana dengan tegas. "wah,seperti difilm yah bi ada pahlawanya hahaha,"kata sonoko dengan tertawa. "Haish,bibi sangat malu dengan hal itu,kau tahu. Banyak wanita mengicarnya di kantor bibi sikapnya biasanya sangat dingin terutama terhadap rekan kerja wanita."kata Bibi Ana menegaskan. "Bagus dong, kalau sikapnya baik terhadap bibi?" Kata Sonoko dengan nada jail menggoda bibinya. "Tapi bibi sudah tua Sonoko," kata bibi malu-malu. "Biar Bibi sudah berumur tapi bibi tetap cantik lagi pula bibikan cuman baru 35 tahun itu tidak tua untuk menikah atau berpacaran di Jepang,"kata Sonoko lagi dengan bangga. "Beda Budaya beda pemahaman dan juga beda semuanya Sonoko keponakanku yang cantik,"kata bibi Ana lagi tersenyum.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN