Setelah sempat belum memberikan jawaban pada Itomi, Sonoko termenung sejenak. Sonoko kemudian bertanya kepada bibi Ana dimana dia sekarang berada di rumah. "Bi, apakah aku harus menjawab pernyataan seseorang?"kata Sonoko dengan nada polosnya. "Tentu sajah, apakah pernyataan ini kamu dapat dari seorang laki-laki?"kata Bibi aana menggoda Sonoko. "Yah, dan dia adalah orang sangat luar biasa bagiku. Dia sangat Tampan,pintar dan karismatik."kata Sonoko tanpa sadar. "Kamu sudah mengetahui jawabannya. Lalu, mengapa kamu tidak membalas perasaannya. Kamukan tidak usah terlalu lama menimbangnya. Karena jika terlalu lama, mungkin dia sudah diambil orang laon seperti mantan kekasihnya."kata Bibi Ana menasehati Sonoko. "Akh, yah. Baiklah, tapi apa sebaiknya aku menghubunginya melalui telepon sajah

