16. Membunuh Ego

1652 Kata

"Mas, dimakan dulu buburnya, mumpung masih hangat." Khayra meletakkan bubur yang terbungkus wadah sterefoam tepat di depan Aksa. Tidak lupa ia menuangkan segelas air. "Nanti saja Khay," sahut Aksa masih berbaring di sofa. "Mas, makan dulu, nanti tambah sakit gimana!" "Iya, saya mau makan, tapi perut ini rasanya sakit kalau dipakai gerak. Nanti, biar agak enakan dulu." "Maaf Mas, bukan mau lancang, kalau boleh aku suapin saja gimana?" Khayra agak ragu dengan tawarannya. Ia sudah menyiapkan hati kalaupun akan ditolak. Tetapi dugaannya salah, Aksa malah mengangguk. Khayra menumpuk dua bantal di belakang Aksa, sebagai tumpuan lelaki itu untuk bersandar. Membantu letak posisi Aksa agar setengah duduk, kemudian mengambil sendok dan bubur ayam. "Khay, jangan diaduk ya. Saya tidak suka m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN