Aksa bergegas melajukan mobil menuju kediaman ibu tirinya. Perawat Sayyi mengabari kalau ada perkembangan dari ayah Aksa. Sayyi mengatakan kalau ada pergerakan pada jemari ayah Aksa. Kemajuan pesat, mengingat beliau koma sudah hampir tiga tahun. Sampai di kediaman ibu Dinar, Aksa langsung menuju kamar ayahnya terbaring. "Gimana, Suster?" Tanya Aksa. Sayyi jelaskan detail keadaan ayah Aksa. Aksa mengecek sendiri. Benar, ada peningkatan denyut nadi dan detak jantung. "Semoga setelah ini Pak Maulana lekas sadar dari komanya," sahut Sayyi. "Aamiin. Terima kasih, Suster." "Panggil Sayyi saja, Mas." Aksa menggeleng. Biar bagaimanapun dia merasa harus profesional. Meski Sayyi bukanlah lulusan akademi keperawatan, tapi sekarang gadis itu adalah suster yang merawat ayahnya. "Tidak

