38. Bertemu Sayyi

1574 Kata

Retina Khayra mengamati ruang berukuran 4×6 meter tempatnya berpijak kini. Ruangan yang tidak terlalu besar yang akan menjadi ruang pribadinya bersama sang suami beberapa waktu ke depan. "Maaf ya, rumahnya kecil dan sumpek, nggak sebesar kayak rumah di Surabaya atau ndalemnya Abbah." Sebuah suara menyeruak di sisinya. Aksa berdiri tepat di depan ranjang tidur yang terbuat dari kayu jati Belanda. "Mas, kapan kamu masuk? Nggak apa-apa Mas, ini udah lebih dari cukup," sahut Khayra. Seperti rencananya, Aksa membawa serta Khayra ke Lampung. Mereka baru tiba semalam pukul 22.00 di Pekon Way Hujung. Zidan langsung menjemput dengan meminjam mobil bak terbuka milik Pak Agus, salah satu petani kopi di dusun ini. Zidan juga telah mengutus semua. Rumah tinggal sementara untuk Aksa dan Khayra te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN