"Assalamualaikum Mas, aku kangen," ucap Khayra saat mengangkat telepon dari Aksa. Hatinya diliputi kelegaan, setelah sekian lama akhirnya bisa mendengar suara suaminya. "Mas, aku kangen," lirih Khayra, mengulang kembali kalimat yang menyatakan bahwa dia sangat rindu, suaranya terdengar serak menahan tangis. Di seberang sana Aksa pun rasakan hal sama. "Sabar ya, Khay, insya Allah nanti saya akan sering-sering telepon kamu. Jangan banyak pikiran ya," sahut Aksa merasa khawatir. Pikirannya bercabang. Selain Khayra yang memenuhi ruang hati, saat ini juga pikiran Aksa tertawan pada amanah ibu agar menemukan saudara kembarnya yang terpisah lama. "Kamu gampang banget bilang sabar, Mas! Kamu ga paham apa yang aku rasain. Aku juga pengin seperti ibu hamil lainnya, saat cek kandungan ditemani

