Rasta jostling

1970 Kata

Matahari sudah menggantung tinggi di langit ketika waktu menunjukkan pukul sebelas siang. Cahaya kekuningan yang dimilikinya memberikan pancaran terang yang membuat mata menjadi silau. Rasta sedang duduk di ruang tengah rumahnya sembari menunggu kabar Jovinca, sang buah hati. Hari ini, Jovinca telah kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikannya di Austria. “Kenapa belum menelfon juga?” Rasta terus memperhatikan ponselnya. Menunggu panggilan sang putri tercinta. Cukup lama Rasta merasa gelisah seorang diri, hingga ia berbalik ketika mendengar suara yang tak asing, memanggilnya. “Mama..” Rasta menoleh, dan menemui putrinya tengah tersenyum manis ke arahnya. “Ya ampun sayang, Mama sedari tadi menunggu kabar darimu. Kenapa tidak bilang kalau pesawatu sudah tiba? Mama bisa data

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN