Mobil berjenis coupe yang dikemudikan oleh Adrian sang pemilik, melaju dengan kecepatan sedang. Laki-laki ber-rahang tegas itu mengemudi dengan fokus, tanpa sekalipun menoleh melihat seorang wanita yang duduk disampingnya sembari menunggunya membuka percakapan. Ya, sedari tadi Adrian hanya terdiam, tak sekalipun ia bersuara semenjak mengemudi. Pandangannya hanya fokus kedepan dengan menunjukkan eskpresi yang datar. Ara berdehem kecil, mencoba membuat Adrian sadar akan keberadaannya. Namun hasilnya tetap saja sama, Adrian masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dia yang begitu manis menggandeng Ara saat keluar dari Cafe tadi, kini berubah menjadi dingin. Ara bisa menebak, bahwa Adrian kini tengah marah padanya. “Adrian” Ara membuka suara lebih dulu. Rasanya dia hanya akan menug

