Seperti hari-hari biasanya, hari ini pun Ara terbangun di pagi hari dan membuat sarapan untuk dirinya sendiri, sebelum bersiap-siap untuk berangkat kerja. Bedanya, Ara yang dulu berangkat sendiri atau di antar Revano, kini setiap harinya berangkat bersama Adrian. Adrian tidak pernah alfa untuk menjemput Ara dan berangkat kekantor bersama, juga tidak pernah membiarkan Ara pulang sendiri. Acara masak memasak Ara yang tengah berlangsung, harus terhenti sejenak saat ponsel yang ia letakkan dalam saku piyama berdering. Ara mengeluarkan ponselnya dan menemui nama Revano terpampang di layar sebagai pemanggil. Ara sempat berpikir, kiranya apa yang menyebabkan sang mantan menelfonnya sepagi ini. “Halo” Jawab Ara. “Ya, halo Ara” “Ada apa?” Tanya Ara to the point. “Apa kamu sibuk hari ini?” “S

