Know but not believe

1916 Kata

Ara duduk di samping Clara, sedang Adrian baru saja meniggalkan rumah setelah izin untuk membeli bahan makanan. “Bagaimana keadaanmu, Nak?” Tanya Clara ramah. “Apa masih ada yang terasa sakit?” “Baik” Jawab Ara singkat, ia hanya balas tersenyum pada Clara. “Kamu pasti tidak mengingatku” “Maaf” Jawab Ara lirih. “Tak apa, Ibu mengerti. Tapi, apa kamu sekarang tahu siapa aku?” “Ibu Adrian?” Clara tersenyum manis. “Ya, aku mertuamu sayang. Jangan mengatakan Ibu Adrian, karena aku juga adalah Ibumu” “Ma-maaf, aku belum terbiasa” “Kenapa selalu minta maaf, Ibu mengerti” Meski Clara belum juga hadir dalam ingatannya, namun Ara merasa nyaman dengan keberadaan Clara. Clara yang memperlakukannya dengan hangat membuat Ara tidak merasakan sedikit pun rasa risih berada disamping Clara. Clara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN