Seluruh keluarga Corlyn yang tengah berkumpul kini membelalakkan matanya mendengar Nayna memperkenalkan seorang lelaki sebagai kekasihnya. Sisil langsung menarik tangan Nayna menuju kamar Nayna.
Nayna menghentakkan tangan mommynya, tidak menyangka mommynya akan bersikap seperti itu di hadapan Donatan yang jauh-jauh datang ke Indonesia untuk bertemu dengan keluarganya.
"Mommy apa apaan sih, kan di bawah masih ada Donatan mom. Nayna nggak enak sama dia," ucap Nayna menatap mommynya meminta pengertian wanita itu.
Sisil berkacak pinggang dan menatap tajam Nayna, dalam matanya tersirat kemarahan. Meskipun ini pertama kalinya Sisil bertemu dengan lelaki yang berstatus kekasih Nayna, tapi dia sangat tahu jika lelaki itu tidak baik untuk putrinya.
"Nayna, mommy nggak suka sama dia, titik."
Mata Nayna terbelalak, bisa-bisanya mommynya mengatakan hal seperti itu mengenai Donatan padahal mereka berdua baru bertemu dan belum menyapa satu sama lain. Apakah mommynya tidak tahu arti dari ‘Tak kenal maka tak sayang’?
"Loh mommy kok malah over gini sih sama Nayna . Udah deh Nayna balik sama Amma Appa aja kalau mommy kayak gini. Mommy kan belum kenalan sama Donatan, mommy nggak tahu gimana karakter dan kepribadian kekasih Nayna," Nayna melipat tangannya ke depan d**a sambil memicingkan matanya kesal.
Sisil tertawa mengejek kearah Nayna, masalah lelaki saja Sisil sudah khatam seakar-akarnya karena semasa muda wanita itu dikelilingi banyak lelaki tampan dan kaya raya.
"Silahkan saja , tapi jangan salahkan mommy jika kamu dicoret dari daftar keluarga, dan bisa dipastikan kamu akan menjadi gelandangan tidak lama dari itu," ancam Sisil membuat Nay melongo.
Kenapa mommynya tiba-tiba sangat menyebalkan seperti ini?
"Kok mommy tega sama Nayna?"
"Habisnya kamu nggak pernah nurut sama mommy, ingat Nay kamu itu berpendidikan sadar juga akan status sosialmu! Wajahnya saja seperti orang tidak baik-baik," jelas Sisil menilai karakter Donatan dari wajah lelaki itu.
Bukannya Sisil ingin menuntut anaknya memilih lelaki yang strata sosialnya sederajat dengannya, Sisil hanya ingin Nayna tidak salah memilih pasangan karena menikah hanya sekali seumur hidup.
Mendengar ceramah dari mommynya, Nayna hanya mendengus kesal dan mencebikkan bibirnya.
"Lalu mommy mau Nay cari yang kaya raya, mobilnya sehari ganti sepuluh, bodyguardnya di mana-mana, uangnya berceceran di lantai. Begitu mau mommy?"
Pletak , Sisil dengan gemas menjitak kepala Nayna yang agak somplak itu.
"Mommy heran, dulu mom nggak pernah bantah jika Ammamu memarahi mommy. Kenapa anak-anak jadi seperti kamu sih."
"Iya nggak pernah bantah, tapi membangkang iya." ucap Tiya membuka kamar Nayna dengan kekehan ringannya.
Nayna langsung bergelayut manja di lengan Ammanya, meminta bantuan kepada Nyonya Corlyn untuk mematahkan ego mommynya.
"Mommy, kok mommy malah belain Nayna?" tanya Sisil pada ibunya.
" Sudah sudah , kalian ini anak dan ibu kalau kumpul enggak pernah akur. Kamu juga Sisil, di bawah ada tamu tapi kamu malah tidak sopan meninggalkan tamu begitu saja. Menerima tamu itu ada etikanya," kata Tiya diangguki setuju oleh Nay.
Lalu Nayna keluar tanpa memperdulikan teriakan Sisil, di bawah dia sudah tidak menemukan Donatan lagi di rumahnya. Nayna menghampiri Viona yang kini melangkah kearahnya,
"Donatan mana bunda?" Tanya Nayna pada Viona.
"Dia pulang, ada telpon penting katanya. Baru aja bunda mengantar nak Donatan ke depan," jelas Viona.
Nayna menghela napas panjang, padahal dia ingin sekali berbincang dengan lelaki itu setelah sekian lama tidak bertemu.
" huh menjengkelkan " cibir Nayna langsung mencomot buah mangga yang tergeletak menantang pada piring buah itu.
.
"Kakakkkkkkk banguuunnnnnnnnn," teriakan Zio membuat Nayna gelagapan dari tidur nyenyaknya.
Nayna mengerjapkan matanya berkali kali dan menatap tajam Zio yang berani membangunkannya. Wanita itu menendang Zio dengan kakinya,
"Apaa ??" Bentak Nayna menatap adiknya dengan marah.
"Disuruh turun sama daddy, kan kakak bakalan kerja hari ini," jawab Zio membuat Nayna terbelalak.
Kerja? Kapan Nayna bilang dia akan bekerja?
"Kerjaaa ????" Pekik Nay membuat Zio menutup kupingnya.
"Kakak nggak usah teriak teriak deh, cepet mandi nafas kakak bauk," ucap Zio sambil menutup hidungnya dan ngacir keluar kamar Nayna sebelum sang kakak mencak mencak dengan segala macam umpatan yang akan Nayna tujukan kepadanya.
.
.... Nayna Pov ....
Dengan langkah gontai aku menuruni tangga lantai rumah keluargaku yang besarrrr ini. Aku melihat semua keluarga sudah berkumpul. Daddy, Ayah, dan Kak Varo sudah terlihat tampan dengan jas kerjanya, sedangkan Zio sudah tampan dengan pakaian rapinya untuk berangkat kuliah, dan Valeri dia sudah sangat cantik dengan dress santainya. Kalau appa dan amma, katanya beliau sedang pergi mengunjungi sanak saudara amma.
Aku menyapa mereka dan langsung duduk di samping kak Varo. Aku menebarkan senyuman semangat pagi kepada semua keluargaku yang selalu kompak makan bersama meskipun rumah kami berbeda namun hanya beberapa langkah saja jaraknya, ckckck.
Ngomong-ngomong, tadi mommy menyusulku ke kamar dan mengatakan aku akan bekerja di kantor Geovani yang di pimpin Kak Varo untuk sementara waktu.
"Mau kerja ya ?" Tanya Kak Varo dengan tatapan mengejeknya.
Aku hanya mendengus,
"Udah tau nanya," jawabku sebal mendengar kekehan darinya.
“Kita satu mobil saja dek, kakak nanti nggak lembur kok,” ucap Varo yang aku jawab dengan anggukan kepalaku saja.
Setelah selesai sarapan, aku dan Varo segera berangkat menuju kantor Perusahaan GV Group. Meskipun menjadi seorang Direktur Utama di sana, Kak Varo tetap perfectionis dan tidak pernah telat berangkat sama sekali. GV Group, perusahaan milik keluarga mama kandung Kak Varo yang sudah meninggal saat dirinya masih kecil.
Kami telah sampai di kantor GV Group, semua orang menunduk dan menyapa Kak Varo sebagaimana pimpinan pada mestinya. Semua mata kini menatapku, bahkan banyak dari mereka yang terang-terangan menatapku tak berkedip.
"Bersikap biasa aja Nay, jangan gugup, " kata kak Varo mencoba menghilangkan kegugupanku.
Bagaimana tidak gugup, para karyawati di sana menatapku seperti aku ini saingan mereka. Sepertinya mereka belum tahu kalau aku dan Kak Varo adalah sepupu meskipun bukan sepupu kandung.
Kak Varo menarik tanganku memasuki lift untuk menuju lantai 15 dimana satu lantai itu hanya ada satu ruangan saja. Bisa dibilang ini adalah khusus Kak Varo dengan satu sekat saja yang entah ruangan untuk apa.
"Gilaaa satu lantai cuma ada satu ruangan ?" Pekikku menatap lantai 15 dengan mata berbinar.
"Iya lah, kamu duduk aja di sini. Hari ini kamu nemenin kakak ketemu klien seagai tugas pertama, nih baca-baca aja dulu bahan rapatnya," kak Varo menyerahkan beberapa tumpukan dokumen padaku.
Aku duduk di sofa yang berada di ruangan kak Varo, aku mengedarkan mataku menyapu seluruh isi ruangannya.
"Kakak nggak punya asisten pribadi?" Tanyaku penasaran karena lantai itu terlihat sangat lengang.
Kak Varo menggeleng,
"Sekretaris ada, kamu tau Zola anaknya Aunty Yona?" Tanya Kak Varo.
Aku mengangguk mengingat bayi yang pernah di temukan aunty Yona dan uncle Regan saat itu.
"Baby Bee itu kan kak? Kok bisa kerja di sini? Bukannya dia dulu sekolah kedokteran ya kak?" Tanyaku penasaran.
"Kakak juga bingung dek, bayangin aja gelarnya dokter minta kerja di perusahaan. Apalagi tingkahnya selalu seperti buntutnya kakak," jelas Varo membayangkan betapa gilanya Zola kepadanya.
"Bwahahahaha, mungkin dia suka sama kakak," aku terkekeh melihat wajah Kak Varo yang merah padam membicarakan Zola.
Aku, bersama Kak Varo dan Zola sudah berada di cafe yang akan menjadi tempat kami untuk rapat. Aku sudah melihat isi dokumen pertemuan kami hari ini.
Seorang pelayan mengantarkan kami ke ruangan pibadi yang sepertinya sangat sering digunakan untuk mengadakan pertemuan. Aku mengecek penampilanku sekali lagi, rasanya tidak puas jika bertemu klien dengan penampilan yang buruk.
"Varo," panggil lelaki itu pada kak Varo, lalu mereka berjabat tangan.
"Kamu lagi Zolaa, ckck " ucap lelaki itu mendapat timpukan di lengannya oleh Zola.
"Ah Chiko, kurasa kamu sudah kenal dengan adikku Nayna kan ?" Ucap kak Varo menengahi pertengkaran antara Zola dan Chi...ko ??????
Aku berjingkat kaget, kenapa orang ini ada di sini. Jadiiiiiiiiii??
Dia klien yang akan bekerja sama dengan Perusahaan Geovani !!!!!!!
Aaaaaaaaaaaaaaaaaa gilaaaaaaaaaaaaaaa……..