Dari beberapa meter jarak Persia dengan Robert ia berusaha membungkam mulut agar Robert tidak mendengar tangisannya. Persia luruh karena merasa tidak berdaya menyambung perasaannya yang belum bisa membuka hati, meski banyak perasaan yang ada untuk Robert dan sulit dijelaskan namun setelah Persia yakini itu bukan perasaan cinta. Melainkan mengagumi, berujung sebuah rasa iba karena pribadi Robert yang bertolak belakang dengan sikapnya dulu. Robert seorang pria penuh kasih sayang dan cinta. Ya, itu memang terdengar bodoh karena pikiran yang tidak berkembang. Persia tau itu, tapi bukan karena sebuah realistis karena Persia ingin sebuah cinta nyata yang tumbuh bukan karena takaran perilaku. Pelan Persia bangkit kemudian merelakan diri untuk menyingkir dari ruangan Robert. Ia memutusk

