Wajah Edo dan Sabrina berubah malas. Apalagi Sabrina yang terkesan tidak menyangka jika apa yang dikatakan Robert benar. Meski sudah menyiapkan mental tapi tetap saja Sabrina ingin menjadikan serpihan wajah pria yang sudah berkali-kali menyakiti perasaan Persia. Mereka bersalaman layaknya seseorang saling mengenal satu sama lain, kemudian keduanya duduk berhadapan seolah tidak terjadi apapun. "Di mana putri-putri cantik Luxembourg?" Sabrina memecah keheningan. Wajahnya terpahat kebencian terhadap Edo. "Mungkin sebentar lagi mereka datang Ibu, mereka repot masalah wajah dan rambut." jawab Robert menyusupkan kepala di leher Persia. Edo berusaha mengatur napas meski batinnya panas melihat kemesraan Robert dan Persia. Apalagi saat tahu jika mereka saling mencuri ke

