Tubuh itu bangkit namun tangan besar Robert segera mencakup d**a dan kunci paha Persia. Desahannya semakin tidak bisa ditolak saat pintu kamar sudah terbuka lebar. "Emh... Aku tidak sanggup menahannya sayang," Robert menutup kembali pintu kamarnya. "Kau terlalu menggoda untuk ditolak atau sekedar menundanya." Piyama Persia tercerai berai karena Robert rasa tidak perlu butuh waktu lama lagi, tangannya membimbing pinggang Persia ke sofa lalu Robert menekan punggung Persia untuk membungkuk. Menahan suara rasanya benar-benar menyiksa. Tapi Persia berupaya menahan teriakan meski masih melenguh panjang ketika Robert sudah menerjang miliknya. "Eengghh... Daddy." Kedua tangan Persia mencengkeram kuat punggung sofa karena wabah dari nafsu Robert sudah menjerat di bawah

