Satu hal yang menjadi musuh dalam kehidupan dan sulit untuk mengalahkannya adalah diri sendiri. Itu yang sedang mendera perasaan Persia selama ia menjejakkan kakinya di New York. Menjadi istri dan nyonya besar Luxembourg. Selama hidupnya hingga Persia berusia dua puluh lima tahun tidak terlintas sedikit pun jika Persia akan memiliki kehidupan yang serba gampang dan mewah, layaknya ratu di istana. Membayangkan berada di posisi saat ini pun Persia tidak pernah tapi hatinya berusaha tegar menerima rasa yang sulit untuk ditemui artinya. Menghabiskan waktu selama dua jam di pusat perbelanjaan tidak menghibur perasaan Persia. Tempat duduk di restoran yang menyediakan makanan khas Belanda mengungkit ingatan Persia akan bulan madunya yang singkat, karena sudah terbawa suasana akhirnya P

