Saat di perjalanan pulang, suatu kenyataan menghantam pikiranku. Aku teringat kembali perkataan David. "Ibumu dalam bahaya. Theo memiliki motto dalam hidupnya. Mata dibalas dengan mata. Nyawa dibalas dengan nyawa." Aku takut ibuku dalam bahaya. Aku ragu sekarang. Walau sikap Theo sudah menghangat padaku, bukan berarti dia sudah memaafkan aku dan keluargaku. Apalagi kepala dokter di sana adalah Franco yang notabennya adalah saudara serta sahabat Theo. Apa yang harus kelakukan? Aku harus bertemu Jessica dan Kania. Aku harus menceritakan semuanya dan meminta pendapat mereka. Aku benar benar ragu sekarang. Seakan semua yang kupilih akan salah. Jika aku memilih Theo, aku tidak siap kehilangan ibu kalau memang benar Theo akan membahayakan ibuku. Kalau aku memilih Ibu, aku tidak yakin dapat

