Aku harus bicara dengan Eve apapun yang terjadi. Saat sampai di bandara Abdurrahman Saleh Malang, aku langsung berlari menuju taksi yang ada di depan bandara. Joseph, James dan Franco yang memanggilku tidak kuhiraukan. Yang ada di pikiranku adalah BERTEMU EVE. Saat berada di perjalanan, aku mengirimkan message ke asistenku untuk mengirimkan mobil ke apartemen Eve. Tentu aku membutuhkan mobilkan untuk membawa Eve dan anakku pulang. Aku tidak bisa berhenti menyunggingkan senyum di bibirku mengingat hari ini adalah hari aku akan berkumpull bersama Eve dan anakku. Tidak peduli mungkin banyak orang akan menganggapku gila. Yang pasti aku bahagia. Taksi berhenti di depan sebuah apartemen mewah bercat abu. Kalvari's. Nama apartemen yang unik. "Berapa mas?" "250.000 pak" Aku meraba saku belak

