"Hai" Aku tersenyum menjawab sapaan Raga. Sore ini seperti biasa dia menjemputku dari kantor. Tapi berbeda kali ini dia tidak bersama Arsya. Arsya sedang bersama dadynya sekarang. Aku dan Theo telah sepakat membagi jadwal bersama Arsya. Senin sampai Rabu adalah bersamaku. Kamis sampai Sabtu adalah bersama Theo. Dan minggu aku dan Theo akan bersama Arsya. Sudah hampir 2 minggu kami menjalaninya. Dan Arsya sangat bahagia karena bisa mengenal dadynya. "Kau terlihat lelah" Raga merangkulkan tangan kirinya ke bahuku. Bisa kulihat karyawan yang lain melihatku iri. Ah ya aku hampir lupa, sejak kemunculan Raga di kantor, Raga seperti menjadi tranding topic bagi orang orang kantor. Ternyata predikatnya sebagai pengusaha muda terkaya di Malang yang belum menikah sudah sangat melekat padanya. Dan

