Aku sedang berjalan menuju lobby apartement bersama seorang anak kecil yang sedang menggenggam tanganku. Bocah ini terus bersenandung sepanjang perjalanan. "Papa Gaga? Momy di mana sih? Katanya mau ikut jalan jalan? Kan Asya mau beli lobot" Aku tertawa kecil mendengar cara bicara bocah cadel ini. Bocah ini bukan anak kandungku. Tapi aku menyayanginya seperti anak kandungku sendiri. Anak ini mengingatkanku pada diriku yang dulu. Dulu sekali sebelum bencana itu datang. Aku dan Arsya akan pergi membeli mainan baru untuknya. Sebelumnya kami tadi makan es krim di kedai depan apartement. Kami memang sering menghabiskan waktu bersama. Terutama di kedai es krim. "Papa Gaga!!!! Dengelin Asya ngomong ga cih?" Aku tersenyum jahil menunduk melihatnya. "Engga" "Papa Gaga nyebelin ah!" Aku terta

