Theo membuka pintu kamar ibu. Pemandangan yang pertama kutangkap adalah seorang perempuan cantik walau umurnya sudah mencapai kepala 4 dengan gurat gurat wajah khas orang yunani sedang menyisir rambutnya yang coklat panjang sepinggang. Perempuan itu duduk di atas kasur dengan kaki menyentuh lantai menatap kosong ke arah kami. Ibu. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Dia tambah kurus sejak terakhir kali aku kemari. Aku mengedarkan pandanganku ke arah kamar ibu. Sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dengan didominasi warna putih. Sebuah kasur single bed coklat di ujung ruangan dan satu set sofa kecil warna coklat di sebelahnya. Air mata tidak terasa jatuh menyentuh pipiku. Betapa aku merindukan sosok ibu. Aku melangkahkan kakiku mendekati ibu. Aku bersujud menyentuh kaki ibu. Aku

