Aku merapatkan jaket berbulu tebal berwarna toska di badanku. Udara dingin menerpa wajahku. Aku menatap pemandangan kota Jakarta dari balkon kamar hotel yang sama dengan yang kemarin aku tempati. Aku menghembuskan nafas berat. Mengingat kejadian tadi pagi di rumah sakit. Hatiku terasa tersayat melihat ibu kembali kumat seperti dulu. Tiba tiba kurasakan pelukan hangat di pinggangku dari belakang. "Apa yang kau lakukan? Sudah malam tidurlah" "Aku belum ngantuk Theo" "Tidurlah besok hari baru bagi kita. Ayo" Theo menarik tanganku masuk ke kamar. Dia menidurkanku di sebelah kanan ranjang dan menyelimutiku. Dia sangat lembut dan penyayang. Aku beruntung memilikinya. Kurasakan sesuatu menyentil hidungku, aku menatap kesal pada Theo. Mata birunya bersinar lembut padaku. "Bisak

