49. Sebuah Keputusan

1312 Kata

'Segigih apapun kamu meminta, aku tidak akan pernah mengabulkannya.' *  *  * Berkali-kali helaan nafas berhembus dari mulut seorang perempuan yang kini tengah memandang sedih sebuah surat yang telah ia tanda tangani, ia menatap seorang laki-laki yang tertidur dengan pulasnya. Berkali-kali ia meyakinkan diri bahwa keputusan yang ia ambil adalah yang terbaik bagi hidup laki-laki yang merupakan suaminya itu, ia hanya mencoba meyakinkan hatinya agar berusaha tegar menerima semua keputusan berat yang akan ia ambil ini. Ini semua demi kebaikannya, kamu harus bisa Asa. Batinnya berusaha meyakinkan diri bahwa keputusan yang akan ia ambil adalah benar. Ya perempuan itu adalah Asa, jam masih menunjukan pukul 04:17 WIB. Seperti biasanya ia bangun pada pukul 3 dini hari untuk melaksanakan shalat t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN