Rintikan hujan menyapa pemakaman umum yang dipadati oleh orang-orang yang akan menguburkan sebuah jenazah, disana seorang perempuan menatap tubuh yang dibungkus kain kafan putih dengan tangis histerisnya. Disebelahnya seorang perempuan berusaha menenangkan tangisan histeris dari perempuan itu dengan memeluknya memberikan sebuah ketenangan kala perlahan-lahan tubuh kaku dan tak bernyawa itu diletakkan ditempat peristirahatan terakhirnya. Tangisan perempuan itu semakin histeris ketika beberapa orang menutup lubang itu menggunakan papan-papan yang telah disiapkan, kemudian menutupnya dengan hamparan tanah hingga membentuk sebuah gundukan. Tak lupa sebuah batu nisan yang terpajang dipinggirnya. "Kak kenapa lo pergi, sekarang siapa yang bakalan ngejaga gue." Perempuan yang sedari tadi menangi

