'Keterbukaanmu akan masa lalu mu adalah percayanya kamu terhadapku.' * * * Semakin Aby perhatikan sikap Asa semakin berubah, istrinya itu sepertinya sering kali melamun bukan sekali dua kali ia memergoki Asa melamun namun sering. Ia jadi bertanya-tanya apakah gerangan yang terjadi dengan Asa yang ia tak ketahui, mungkin ia harus bertanya kepada sahabat istrinya itu karena semenjak Asa pulang menginap dari rumah Iza ia kebanyakan melamun dan murung. Seperti kali ini Aby menghampiri Asa yang tengah berdiri di balkon kamar mereka, Asa seperti tak menyadari keberadaannya. Raganya memang berada disini namun jiwanya entah pergi kemana, Aby sedih melihat Asa yang seperti ini, ia rindu dengan omelan Asa dan segala perhatian perempuan itu terhadapnya. "Asa." panggil Aby, namun Asa sepertinya t

