Kediaman Rodriguez
Greta dan Kleis menghabiskan waktu untuk belajar, atau lebih tepatnya Kleis membantu Greta mempelajari isi buku yang diberikan Duke Arian padanya.
Greta dengan cepat memahami setiap kata dalam buku dengan cepat, bahkan Kleis terkejut dengan kecepatan itu.
"Apa kamu tidak ingin beristirahat?"tanya Kleis saat melihat arah jarum jam yang menunjukan sudah siang hari. Mereka sudah membaca disini dalam waktu yang cukup lama.
Greta menutup bukunya dan merenggangkan tubuhnya yang pegal, terutama bagian leher. Dia memberikan isyarat tangan.
"Tentu."
Kleis dan Greta akhirnya memilih berjalan ke arah taman utama milik Duchy. Keduanya memilih duduk didekat Gazebo dan menikmati aroma mawar segar. Kediaman Duchy memiliki sihir ajaib yang mampu menepis cahaya matahari atau panas yang terlalu berlebihan, bahkan saat cuaca hujan atau salju. Sihir disini akan dengan cepat menyesuaikan diri untuk menjaga seluruh penghuni rumah.
Greta sangat senang untuk menjalani hidupnya sekarang ini. Tidak lagi perlu bekerja dan dimarahi oleh atasan yang jahat. Tetapi, memikirkan bahwa dirinya pasti akan bertemu dengan Karakter utama wanita, hatinya terasa tidak nyaman. Perasaanya memberitahunya bahwa Pemeran utama [Ellen Brown] adalah seseorang yang berbahaya.
Kematian pemilik tubuh ini saja sangat janggal dan aneh. Pangeran Ian tidak mungkin berbuat hal nekat yang mampu menggoyahkan tahtanya jika tidak ada yang memancingnya. Apalagi [Greta El Rodriguez] adalah wanita bangsawan yang paling kuat dalam hal identitas, kekuasaan, dan kekayaan di negara ini.
"Apa yang sedang kamu pikirkan,Greta?"
Sebuah wajah tampan tiba-tiba muncul didepannya, membuat Greta terkejut dan mundur ke belakang dengan terburu-buru.
"Hati-hati!" Kleis dengan cepat mengulurkan kedua tangannya dan berhasil menangkap tubuh langsing gadis itu, yang hampir saja terjungkal ke belakang.
"Ah?" Greta melihat bingung pada tangan dipinggangnya. Dia adalah perawan tua berumur 25 tahun dalam kehidupan pertama, untuk pertama kalinya ada lawan jenis yang memeluknya. Bahkan ini sangat dekat!!
Greta buru-buru mendorong tubuh Kleis agar melepaskan pelukan ini. Wajah putih gadis itu mulai ditutupi semburat merah muda. Greta menunduk dan kepalanya diarahkan ke arah lain, tidak berani menatap wajah pemuda itu.
Kleis tentu saja terkejut dengan gerakan menjauh tiba-tiba gadis itu. Matanya beralih melihat ke arah gadis itu, yang membuatnya langsung terpesona. Cahaya matahari yang terang menerpa tubuhnya yang duduk. Rambut perak alami miliknya berkilau indah, dipadukan dengan warna merah muda yang berada di pipi lembut gadis itu.
"Kamu..."Kleis mengulurkan tangannya ke arah surai lembut gadis itu.
Tanpa diketahui oleh Kleis, jantung Greta menjadi lebih tidak karuan lagi. Jantungnya berdetak sangat kuat, dia kesulitan mengendalikannya.
'Tenanglah...ingat dia masih 5 tahun lebih muda darimu,Dasar wanita tua!'
'Hirup...buang...hirup...buang....'
'Jangan panik,tenanglah!'
"Kleis.Aku.Mau.pergi.keluar.Duchy.boleh?" Greta bertanya dengan isyarat tangan, tapi tidak berbalik menatap pemuda itu.
Kleis mengedipkan matanya terkejut dengan langkahnya menyentuh rambut Greta, buru-buru menarik tangannya kembali.
"Keluar? Aku akan menyiapkan kereta."
Greta tertegun dengan persetujuan yang sangat cepat itu.
"Bisakah?"
"Tentu saja." Kleis bangun dan mengulurkan tangannya. Membantu gadis itu bangkit, keduanya langsung berjalan ke arah halaman depan.
Tidak butuh lama untuk pemuda itu menyiapkan sebuah kereta. Kleis memberikan sebuah jubah putih untuk menutupi wajah dan tubuh gadis itu.
"Ayo pergi,"ujar Kleis dan menarik tangan Greta naik kereta.
Kereta kuda yang memiliki warna putih yang diluarnya terlihat sederhana, tetapi di dalamnya bikin terkejut. Dalam kereta kuda sangat luas dan ada kursi mewah yang sangat empuk dan lembut. Ada aroma terapi yang menyengarkan dari dalam kereta.
'Jadi ini namanya kereta kuda yang sering digunakan oleh orang eropa jaman dulu...aneh tapi unik.'
Kereta kuda memasuki kota yang dipenuhi oleh berbagai orang. Greta menatap keluar dari balik jendela, matanya berbinar melihat pemandangan diluar. Kehidupan orang didunia ini sangat menarik untuk dia yang berasal dari masa yang lebih maju.
"Kita akan makan dulu,"kata Kleis pada gadis yang mirip anak kecil yang bersemangat melihat hal baru. Pemuda itu menjadi sedikit bingung, ia tahu bahwa Greta sangatlah suka keluar rumah dan berjalan-jalan. Tetapi penampilannya kali ini seperti orang awam untuknya.
Kereta berhenti didepan sebuah restoran. Kleis lebih dulu turun dan mengulurkan tangannya pada gadis didalam, Greta tentu saja menerima ularan tangan itu dan perlaha turun. Keduanya memasuki restoran yang terlihat banyak bangsawan muda yang juga makan siang disini.
Kleis dan Greta duduk di dekat jendela besar. Pelayan datang membawa buku menu untuk mereka. Kleis membuka buku menu itu dan mengangkat kepalanya menatap kearah Greta.
"Ingin makan apa?" Tanya pemuda itu dengan suara lembut. Sepasang mata merah seperti berlian, membuat gadis itu sangat menyukai memandangnya. Greta menunjuk nama menu makanan dan minuman, lalu menatap ke arah Kleis.
"Hanya itu?"
Greta dengan cepat merespon."Aku.mau.susu.hangat.dan.roti.selesai.coklat.keju."
Kleis mengangguk dan menarik tudung yang menutupi wajah gadis itu lebih ke bawah. Dia berbalik ke arah pelayan yang menunggu disamping.
"Berikan kami 2 s**u hangat, 2 roti bakar dengab selai coklat keju, dan berikan dessert dengan lapisan buah strawberry 2."
"Baik,Tuan." Pelayan membawa buku menu dan berbalik pergi dari sana.
Greta meletakkan kepalanya diatas meja, pandangannya tertuju diluar. Melihat orang-orang berpakaian khas abad eropa,Greta merasa hal ini seperti libutan untuknya.
Tiba-tiba sebuah sentuhan hangat berada di kepalanya. Greta tidak berbalik, karena dia tahu hanya Kleis yang berada didekatnya saat ini.
"Setelah makan nanti, kita pergi ke arah alun-alun kota." Katanya di dekat telinga gadis itu.
"Engh."Balas gadis itu dengan nada kecil.
Sesaat Greta merasa mengantuk, telingannya tiba-tiba mendengar suara dari dua orang yang sangat dikenali oleh pemilik tubuh ini.
"Pangeran...apa kita harus makan disini?"suara ragu-ragu seorang gadis terdengar lemah dan malu.
"Tidak apa,Ellen. Aku bisa meneraktirmu makan sepuasmu."Balas suara lembut seorang pemuda yang tak lain adalah pangeran Ian.
Tubuh Greta gemetar tanpa dikendalikan olehnya. Kepalanya perlahan terangkat dan matana tepat menatap dua sosok yang berada didekat pintu. Tangan gadis itu terkepal kuat, berusaha menahan sesuatu yang kuat dalam dirinya.
Kleis yang merasakan keanehan gadis itu,mengikuti arah pandangannya. Seketika dia merubah ekspresinya menjadi kesal dan marah.
"Jangan lihat!" Serunya dan menutup mata Greta dengan tangannya.
Greta membeku dan pandangan matanya seketika berubah menjadi gelap. Ia menyentuh bagian jantungnya, rasanya tadi benar-benar buruk. Emosi dan kenangan milik tubuh ini masih ada. Sepertinya 'Greta' sangat membenci pasangan itu,karena merekalah yang menyebabkan harus menanggung rasa malu,depresi,dan kehilangan semua miliknya. Kebencian ini, harus dibalas. Tidak ada yang namanya kemurahan hati jika seseorang sudah terluka karena perbuatan jahat orang lain.
BERSAMBUNG ....