Pulanglah

1424 Kata

"Sudah berapa?" Riana menoleh cepat melihat seseorang yang sudah berdiri disampingnya. "Mas Beni kenapa belum tidur?" "Kamu sendiri?" Riana meringis sambil menggaruk pipinya yang tak gatal. "Jadi berapa?" "Huh?" Beni terkekeh pelan sambil mengusap puncak kepalanya gemas. "Aku perhatikan dari tadi kamu mandangin langit, lagi ngitung bintang ya?" tanyanya dengan melirik ke atas luar gedung hotel sambil celingukan. "Haha... Mas bisa aja." "Tau nggak, aku berdiri di dekatmu ada lima belas menit." "Eh .. masa sih." terkejut heran. Beni mengangguk tanpa menatap Riana, mendadak hening karena keduanya larut dalam pikiran masing-masing. "Ri..." "Iya mas?" "Tolong maafin bang Bimo." ujarnya lirih masih menatap langit seperti yang dilakukan Riana, membuat wanita itu menghela nafas panja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN