Suasana menjelang subuh, Riana yang terbiasa menjalankan ibadahnya pasti akan terbangun rutin di jam tersebut. Gadis itu memoletkan tubuhnya, kemudian duduk selimut terkesikap yang membuatnya tak sadar bahwa tubuhnya masih keadaan polos. Matanya menyipit berkedip malas jari tangannya menyusup dirambut sambil garuk-garuk. Kedua alisnya menyerengit dan matanya memandangi sekeliling ruangan yang seperti orang linglung. Hingga akhirnya seluruh tubuh terasa mendadak panas, yang membuat wajahnya memerah sampai ke leher dan telinganya. Dia langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Riri gilaaa... kamu benar-benar gilaaa... Ya ampun malunyaa...." pekik lirih hingga dia menyadari siku tangannya menyenggol benda kenyal yang berada di dadanya, matanya melirik kebawah tubuhnya. aa

