Dentuman musik mengalun keras serta lampu kelap kelip dengan pencahayaan redup disebuah ruangan tersebut, tak mampu menghilangkan rasa gundah yang bersarang dihatinya. Diteguknya berulang-ulang minuman yang terasa membakar tenggorokan itu, seolah dahaganya tak pernah bertepi. "Beri saya satu botol lagi." pintanya dengan tubuh yang sudah sempoyongan. "Hei, boleh saya gabung disini." sapa seseorang yang sudah mendudukan dirinya di kursi bar sampingnya. Azka hanya menoleh sebentar lalu menegak lagi vodka yang sudah di letakan di atas meja depannya itu. "Patah hati?" tanya seseorang itu, Azka tak memperdulikannya seolah dia disana hanya sendiri. "Kalo begitu sama." Dia terkekeh, tak peduli bila Azka yang hanya fokus dengan gelasnya dan tak mendengarkan ocehannya. "Rasanya sakit saat a

