34. Seorang Alpha

1121 Kata

Ada untungnya aku bersama gadis itu, dia lebih bisa diandalkan dari pada dugaanku. Kami berjalan tanpa gangguan hingga Gerbang Terlarang. Aku kembali harap-harap cemas, bisakah kami melewatinya kali ini? Aku dan Sheryn saling berpandangan dan saling mengangguk. Kami pun melangkahkan kaki kembali memasuki hutan itu. Ternyata saat kembali ke sana, kami tidak menemukan kendala apa pun. Ini begitu mudah, tidak seperti tadi waktu keluar. "Auwww ...!" Pertama yang menyambut kami adalah suara luwolf. Apakah aku takut? Tentu saja, bahkan bulu kudukku begitu merinding saat ini. Sheryn mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah senter. Kini perjalanan kami tak hanya gelap gulita. Meski tidak terlalu terang, setidaknya masih bisa memberi cahaya. Dengan langkah yang sangat hati-hati, aku meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN