Aku terus mengikuti Sheryn, percaya padanya dan juga pada kemampuannya. "Juna! Kita harus berjalan biasa saja, supaya tidak menimbulkan kecurigaan." Sheryn berbisik kepadaku kemudian melepaskan genggaman tangannya. Dia mulai bersikap seperti biasa agar tidak menimbulkan kecurigaan. Aku pun mengikutiya. Meski masih ada sedikit rasa takut dan khawatir. Bagaimana tidak, bola-bola pengawas itu seakan terus mengikuti kami. Sesekali aku melirik ke atas untuk memastikan di mana keberadaan bola-bola itu. "Sher-- uhm ... makasudku Olivia, kamu tahu arah tujuan kita?" tanyaku mencoba dengan sikap santai. "Tentu saja Alaric. Semua telah tersimpan dalam benda bulat tadi. Paman itu telah mengirimkan lokasinya beberapa waktu yang lalu." Paman itu? Apakah yang dimaksud Sheryn, orang itu adalah pam

