Kami pun akhirnya berkumpul dengan orang-orang yang bersama George. Kulihat Aaron langsung memeluk Sheryn ketika mereka bertemu. Begitu besarnyakah rasa sayang yang Aaron miliki untuk Sheryn? Bagaimanapun mereka adalah kakak beradik, aku hampir melupakan kenyataan itu. "Sheryn! Kita harus menemukan jalan untuk menuju ke Ball. " Sheryn mengangguk. Dia kembali sibuk dengan alat itu. Entah kenapa aku tidak pernah menanyakan namanya. "Sheryn!" "Hm ...!" Gadis itu masih sibuk dengan alatnya. "Sebenarnya itu namanya apa?" Sheryn menengok ke arahku. Matanya melihat ke arah jari telunjukku menuju. "Ini?!" tanyanya. Aku mengangguk. "Comax!" jawabnya singkat. Pandangan Sheryn kembali pada comax itu. Oke mulai saat ini aku akan menyebutnya comax. Perhatianku teralih oleh bunyi seperti suara

