Aku merasakan ada saluran energi. Tubuhku merasakan sesuatu yang hangat dan sejuk merasuki setiap inchi aliran darahku. Tubuhku kembali segar dan otakku sepertinya dapat berpikir lancar. Aku kembali membusungkan dadaku dan mengumpulkan segenap kemampuan dan keahlian yang kumiliki. Aku menoleh ke belakang, "Emak!" Betapa terkejutnya diriku melihat mereka berdua ada di sini. Emak dan Babe ada di tempat ini. Kulihat juga Gerard dan Lucia bersama mereka. Jika tidak dalam pertarungan seperti ini, aku yakin akan menjadi pertemuan haru yang dipenuhi dengan tangis. Sayangnya, aku sedang tak punya waktu untuk menangis. Aku hanya bisa menatap mereka dengan mata berkaca-kaca. Ingin memeluk mereka tapi kondisi sedang tidak memungkinkan. "Berjuanglah, Juna. Tobias, the son of Alpha." Tak terasa ak

