Kali ini aku hanya terdiam, aku tersudut sendiri di sini. Sedang mereka semua mengacungkan senjata padaku. Xatano menatap tajam ke arahku masih dengan senjata yang terarah padaku. "Lepaskan! b******k! Lepaskan aku!" Aku sangat kenal suara itu. "Sheryn!" Gadis cerewet yang tadi masih bersamaku. Dia meronta berusaha melepaskan diri dari laki-laki itu. Di belakang mereka, orang-orang Xatano juga membawa serta Federic, Dave, Ludwig, Darius, Lucia, dan emak. "b******k! APA MAUMU?!" Melihat wanita yang telah membesarkanku itu wajahnya lebam, membuat amarahku memuncak. Aku tahu dia habis dipukuli. b******n mana yang melakukan itu padanya? Aku menatap mereka bergantian, "Siapa yang bertanggung jawab akan hal ini?!" Aku tak lagi bisa menyembunyikan emosiku. Xatano kembali tertawa. Dia merasa

