"Jelaskan bagaimana aku bisa berada di sini?" Aku berteriak pada pria tua itu. Bahkan dia tak pantas untuk dihormati sebagai orang yang lebih tua. "Apa kamu tak sadar saat di ruangan tadi, itu adalah jebakan?" Aku tahu itu jebakan, tetapi bagaimana aku bisa berpindah ke tempat ini. "Dengan cara apa kamu membawa aku ke tempat ini?" Hal itulah yang sedari tadi mengganggu pikiranku. Bagaimana bisa aku terdampar di tempat hampa seperti ini? Xatano semakin mendekat ke arahku, dia berjalan dengan kedua tangan berada di belakang. Dia melangkah mengitari tubuhku, sehingga membuatku semakin ingin menendangnya dengan kakiku. Apa dia sengaja memancing amarah mudaku? "Sejak lama, aku mengembangkan teknologi untuk mengatasi kemampuan sihir. Meski bisa dibilang belum bisa menandingi, tetapi teknolo

