Aku terus berlari. Aku harus memikirkan sesuatu. Monster itu terus mengejarku, meski kecepatannya tak lebih cepat dariku, tapi jangan lupakan kakinya yang panjang dapat melompat sangat lebar. Aku harus keluar dari tempat ini. Aku berhenti mengatur napas dan juga mengangkat tanganku, berusaha menghilangkan dungeon ini. "Kenapa tidak berhasil!" kataku panik. Aku tentu saja begitu kebingungan waktu itu. Kenapa sihirku tidak bisa selalu digunakan dengan sempurna? Monster itu terus mendekat, "Aku harus berpikir cepat! Ayo, Juna! Gunakan otakmu itu!" Bisakah aku menggunakan sihirku di tempat ini? Aku memajukan tangan kiriku, berharap api itu akan muncul kembali. "BERHASIL!" Aku begitu kegirangan akan hal itu. Monster itu terus mendekatiku, tapi lantas berhenti saat melihat kobaran api yang

