"Sheryn!" "Apa?" Aku menganggukkan kepalaku, entah dia mengerti maksudku atau tidak. Dia pun ikut menganggukkan kepala, lantas Sheryn mendekati paman dan berbisik kepadanya. Sheryn membisikkan apa pada paman itu? Aku menjadi begitu penasaran akan hal itu. "George! Apa yang kalian bisikkan?!" Seseorang berteriak memanggil paman. rupanya, nama paman itu George. "Tenang kalian semua!" George berusaha meredam semua keriuhan yang terjadi semenjak kami berada di sini. Mereka semua terdiam. Bahkan hanya suara serangga yang kudengar kali ini. Keadaan pun menjadi hening. "Keyakinan kita selama ini tidak sia-sia!" Suara George kembali menggema di sana. Aku dengan gugup terus berdiri di depan dan menjadi pusat perhatian. Menjadi pusat perhatian teman sekelas saja membuatku hampir ngompol di c

